Kamis, 29 Mei 2014

Manajemen Berdasarkan Sasaran


Suatu bentuk pengendalian yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun belakangan ini adalah manajemen berdasarkan sasaran(MBS)’(Mangement byobjective). Istilah ini diperkenalkan oleh Peter Drucker yang kemudian begitumenarik dan banyak menopang keberhasilan. Akan tetapi mungkin dapat jugamengakibatkan malapetaka, jika konsep peter drucker sendiri mengenai pengendalian manajemen dilupakan yaitu: Manajemen berdasarkan Sasarnan danPengendalian. Sebenarnya drucker berkata bahwa manajemen berdasarkan sasaranyang telah diterapkan denganbaik akan dapat menggantikan peran manajemendengan dasar dominasi.MBS menekankan adanya integrasi antara tujuan perusahaan dengantujuan individual: perusahaan bertujuan mencapai laba dan perkembangan, sedangindividu mengiginkan dapat mengembangkan diri dengan memberikansumbangan kepada tujuan perusahaan . Akan tetapi suatu system MBSmemerlukan usaha yang luarbiasa untuk dapat berhasil. Dan berikut ini ada duahambatan pokok:

  • Ø  Para manajer merupakan ahli-ahli fungsional, Pekerjaan merekaumumnya bersifat khusus dan mereka senang dengan kekhususan itu. Mereka lebih suka mementingkan tujuan mereka yang sempit daripadatujutan perusahaan.

  • Ø  Seperti tingkat manajemen memiliki pemahaman yang berbedamengenai apa yang sebenarnya yang dibutuhkan dalam organisasi. Para pejabat pada tingkat yang berbeda selalu merasa memiliki keasamaan pendapat jika membicarakan perihal tujuan organisasi, akan tetapisebenarnya mereka berbicara dengan bahasa yang berbeda. Metodekompensasi berbeda, gaji juga berlainan, dan bonus-bonus serta tunjangan juga berlainan. Ini merupakan penyebab timbulnya tingkatan.Kendatipun MBS memiliki hambatan akan tetapi dapat menciptakankemajuan dalam pemahaman pegawai atas pekerjaannya dan komitmen merekaatas perusahaan. Persepsi yang dipertajam tersebut dapat mengarah padakomitmen total dan meningkatkan kualitaas kegiatan. Suatu program MBS yangefektif memerlukan usur-unsur sebagai berikut:
  • Ø  Manajemen eksekutif harus benar-benar memahami program danharus dapat mengambil kepemimpinan aktif dalam menjelaskan danmenggambarkan komitmen, serta harus mampu menciptakan suasana yangdapat mendorong pertumbuhan program. Manajemen senior harusmenunjukkan komitmennya dengan jalan menempatkan diri untuk menentukan system MBS, mengembangkan tujuan keseluruhan yangrealistis, mengkomunikasikan tujuan-tujuan tersebut dengan para bawahannya dengan efektif, dan memberikan peluang kepada bawahanuntuk merumuskan tujuan
  • Ø  Tujuan dari semua unit organisasi harus sinkron dengan apa yangmenjadi tujuan perusahaan.
  • Ø  Tujuan harus dinyatakan secara kuantitatif, harus terukur, dapatdicapai, dan merangsang karyawan untuk mencapainya.
  • Ø  Karyawan yang dinilai prestasinya harus diberi penjelasanmengenai kegiatannya sehingga mereka dapat melakukan pengendalian pribadi.

·         Orientasi organisai harus selalu diarahkan kepada upaya untuk memperoleh komitmen dari bawah. Tujuan organisai harus disusun secara bersama antara atasan dan bawahan. Bentuk pemahaman tujuan yang

dimiliki karyawan harus benar-benar dipertimbangkan dan dipadukandengan tujuan organisasi. Tujuan hendaknya jangan dibuat kaku, agar dapat disesuaikan dengan perubahan-perubahan dimasa depan yangmungkin akan terjadi tanpa terduga.

  • ·   Tinjauan kegiatan hendaknya dianggap sebagai pelajaran, bukansebagai suatu pendisiplinan.Dalam melaksanakan pemeriksaannya, seorang pemeriksa harus benar- benar memahmi apakah organisasi yang diperiksanya telah benaar-benar menerapkan prinsipMBS dengansungguh-sungguh. Penerapan yang tanggung-tanggung justru akan mengakibatkan kegagalan. Dan acapkali kegagalan demikiandapat terjadi, karena hal-hal sebagai berikut:
  •        Manajemen mengeluarkan keputusan untuk menerapkan MBS tetapi tidak turut berperan serta, Padahal dalam MBS partisipasi pimpinanamat diharapkan.

  • ·         Program MBS itu sendiri tidak dijelaskan pada pihak-pihak yangharus berperan serta.
  •         Tujuan-tujuan unit tidak jelas, karena pedoman perumusan tujuatidak atau belum dijelaskan kepada para manajer unit.
  • ·        Tujuan-tujuan perusahaan tidak dipahami, tidak realistis, kabur,atau tidak konsisten.
  •    Kesibukan dikacaukan dengan kegiatan. Manajemen hanyamenetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan, dan bukannya perumusantujuan itu sendiri.
  • ·     Tujuan atau sasaran tidak dapt diukur. Karenanya kegiatandikacaukan dengan karakter atau suatu tindakan untuk bekerja keras.
  • ·        Tujuan hanya berjangka pendek, yang kadang kadang dengan biaya yang seharusnya untuk kebutuhan jangka panjang
  • ·   Tujuan disatu pihak berubah secara kontinyu atau dilain pihak,terlalu kaku sehingga menimbulkan frustasi bilamana ternyata mengalami perubahn.
  • ·         Manajer unit tidak diberi informasi yang akurat dan mutakhir agar dapat mengurus dirinya sendiri.

Description: Manajemen Berdasarkan Sasaran Rating: 4.5 Reviewer: Firdaus Ahmad - ItemReviewed: Manajemen Berdasarkan Sasaran

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar